Tarno : 'Jangan Termakan Isu Gender'
JOMBANG – Peta perpolitikan di Kabupaten Jombang kian seru. Tak ayal, mendekati putaran ke dua Pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur (Pilgub) Jatim, 4 November depan, banyak calon legislatif (caleg) saling menyatakan dukungan. Bahkan, secara terbuka mereka pun umbar pernyataan siap mendukung salah satu diantara dua pasangan kandidat cagub/cawagub Jatim, Ka-Ji dan KarSa.
“Saya siap mendukung pencalonan Khofifah Indar Parawansa dan Mudjiono untuk Pilgub Jatim putaran kedua nanti,” tandas Sutarno, caleg Partai Buruh Jombang, Jum'at (24/10).
Menurutnya, pasangan Khofifah-Mudjiono (Ka-Ji) termasuk paling ideal untuk membangun jawa Timur ke depan. Alasannya, Ka-Ji merupakan inspirasi dan merupakan pasangan yang paling siap menciptakan persatuan dan kesatuan bangsa.
“Rakyat Jawa Timur akan makmur dan sejahtera kalau Khofifah sama Mudjiono jadi Gubernur Jawa Timur. Karena Ka-Ji paling tahu soal keberagaman,” tandas Sutarno tanpa basa-basi.
Lelaki berkumis ini juga mengungkapkan, dibanding kandidat lainnya, Ka-Ji lebih bisa mengolaborasikan kemajemukan di Jawa Timur. Katanya, karakter Jawa Timur adalah padanan antara agamis dan nasionalis.
“Khofifah itu kan orang agamis. Dia pun lebih dekat dan paling tahu tentang kondisi masyarakat. Nah, kalau Mudjiono sudah jelas adalah orang nasionalis. Dia kan tentara dan mantan Kasdam V Brawijaya, pasti paling paham tentang jiwa nasionalisme. Kalau itu dijadikan satu, saya pikir paling klop memimpin Jawa Timur,” urainya detil.
Sutarno yang merangkul 4 wilayah di Daerah Pemilihan (DP) IV Caleg Kabupaten Jombang mengatakan, dirinya merasa mantab jika hati nuraninya jatuh hati pada pasangan cagub/cawagub yang diusung PPP dan sejumlah partai pendukung lainnya. Ia mengaku, tidak akan melirik dukungan lain selain pasangan Khofifah-Mudjiono.
“Pasangan lainnya itu hanya omong doang dan janji belaka. Ujung-unjungnya cuma membodohi rakyat. Kenapa harus didukung ? Yang sudah pasti dong,” sanggah Sutarno dengan gaya khasnya.
Pria yang mengaku siap mencalonkan diri sebagai legislatif itu mengingatkan, agar masyarakat Jawa Timur tidak mudah dijejali isu yang membuat perpecahan. Ditandaskannya, isu gender yang selalu dihembuskan oleh 'lawan tanding' Ka-Ji hanya akan memancing kecemburuan yang tidak beralasan.
“Itu sudah usang. Jangan bicara soal gender, yang penting adalah siapa pemimpin paling pas dan mantab memajukan Jawa Timur. Biarpun perempuan, kalau itu mampu kenapa tidak kita dukung,” harapnya.
Dilain sisi, Sutarno yang asli Dusun Kajangan, Desa Kepuh Kajang, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang ini juga mengungkapkan, keinginan dirinya menjadi caleg bukan karena tanpa alasan. Diakui Tarno, panggilan akrab Sutarno, dirinya merasa terpanggil untuk memperbaiki dan mensejahterakan masyarakat Kabupaten Jombang.
“Ya, itu kemauan saya mencalonkan diri sebagai anggota legislatif. Sudah waktunya Kabupaten Jombang berbenah,” pungkasnya mantab. tar