STIKES ICME Wisuda 396 Mahasiswa Reguler dan Non Reguler
JOMBANG – Seminar Nasional di GOR Merdeka Jombang, Sabtu (18/10) berlangsung cukup lancar. Bukan hanya itu, pakar seks nasional dr. Boyke Dian Nugraha, SpOG pun sukses membius ratusan peserta yang kebanyakan civitas Sekolah Tinggi Kesehatan Ikatan Insan Cendekia Medika (STIKES ICME) Jombang.
Dr. Boyke yang menjadi pembicara bersama Prof. Dr. dr. Sunarko Setiawan, MS, dengan piawainya mengulas tuntas permasalahan seputar seks dan problematikanya. Tidak salah, jika seminar nasional yang di gelar STIKES ICME tersebut mengambil tema 'Problematika Seksual dan Sadisme, Perspektif : Psikologis dan Fisiologis'.
Dihadapan para peserta, flamboyan ahli seksologi itu secara blak-blakan mengutarakan tentang hubungan biologis antar manusia. dr. Boyke mengatakan, bahwa seks adalah suatu kebutuhan yang tidak dapat dihindarkan oleh manusia.
Tak ayal, para peserta pun langsung tunjuk jari saat acara memasuki sesi tanya jawab dan diskusi. Satu demi satu para peserta merasakan kepuasan dengan jawaban yang disampaikan dr. Boyke.
“Seks itu suci. Seks itu fitri. Untuk itu jangan sampai kita mempermainkannya,” ujar pakar seks berkacamata ini mengingatkan.
Dikatakan Boyke, selain sakral, seks dapat memperpanjang umur dan membuat seseorang semakin awet muda. Apalagi, seks yang dilakukan dengan benar dan tepat akan bisa menghindarkan seseorang dari penyakit.
“Semacam prostat bagi laki-laki dan juga influenza serta penyakit kronis lainnya. Dengan adanya ini kenapa banyak orang masih menganggap seks adalah sesuatu yang tabu. Seks itu indah dan dilakukan tetap dalam koridor suami-istri,” ulas Boyke menjawab pertanyaan peserta disesi tanya jawab.
Sementara, Ketua Panitia Seminar Nasional STIKES ICME Jombang, Luluk mengatakan, pihaknya menggelar seminar bersama dr. Boyke itu untuk memberikan pemahaman lebih tentang misteri dengan segala perniknya. Dijelaskan Luluk, tujuan STIKES ICME mengadakan seminar nasional tersebut untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, khususnya Jombang.
“Kita berharap tidak ada ketertutupan terhadap informasi seks itu sendiri. Terlebih lagi terhadap pembinaan terhadap anak didik kita, baik di dalam rumah maupun di luar rumah,” jelas Luluk.
Lebih lanjut Luluk mengharapkan, dengan gelar seminar nasional ini, orangtua dapat kian memahami fungsi pengawasan terhadap tingkah laku anak-anak. Menurutnya, perkembangan seksual saat ini tergolong cepat sejalan dengan berkembangnya media informasi secara global.
“Bagaimana kita bisa memahami tentang perkembangan seksual primer maupun sekunder, karena ini penting untuk kita pahami. Jangan sampai kita lepas kontrol dengan perkembangan seks pada anak kedepan, terutama muncul kelainan-kelainan yang mungkin muncul pada anak kita,” ulasnya.
Disamping itu, bersamaan dengan digelarnya Seminar Nasional tersebut, STIKES ICME Jombang juga mewisuda 396 mahasiswa reguler dan non reguler. tar