JOMBANG – Pelaksanaan pameran produk yang digelar Pemkab Jombang, belakangan ini mendapat sorotan DPRD Kabupaten Jombang. Kritik pedas wakil rakyat tersebut karena gelar pameran dan potensi tersebut dinilai terkesan membuang-buang anggaran.
Dalam sebulan, Pemkab Jombang telah membuka dua kali pameran potensi Kabupaten Jombang. Kali pertama, Pemkab Jombang melaksanakan gawe besar dengan Gelar Potensi Jombang (GPJ) dan selanjutnya, sebuah pameran UKM di halaman Gedung Olahraga (GOR) Merdeka Jombang, Jombang Craft Expo '08.
Melihat kenyataan itu, Wawan, anggota Komisi B DPRD Kabupaten Jombang mengaku, dirinya sangat kecewa dengan pelaksanaan pameran tersebut. Gelar pameran yang digawangi Pemkab Jombang itu, menurut Wawan, sedikitpun tidak membawa dampak kepada pengusaha kecil dan menengah.
Wawan yang ditemui di ruang Komisi B mengatakan, seharusnya Pemkab Jombang lebih menekankan pada sisi mutu dan keberpihakan terhadap keberlanjutan pengusaha kecil dan menengah. Pasalnya, jika Pemkab Jombang hanya menggelar potensi tanpa memberikan kebutuhan akan anggaran, dikhawatirkan para pengusaha Usaha Kecil dan Menengah (UKM) akan gulung tikar.
“Yang dibutuhkan adalah dukungan dana segar kepada UKM. Bukan menggelar acara pameran dan potensi saja, itu akan percuma dan buang-buang anggaran. Mending dikasihkan UKM untuk menambah modal usahanya,” kritik anggota dewan dari PAN ini blak-blakan.
Tanpa mengurangi keinginan Pemkab Jombang untuk menunjukkan hasil eksistensi industri kecil, namun menurutnya, hal tersebut sangat tidak efektif dan kurang tepat sasaran. Dikatakan Wawan, para UKM sebagai salah satu media bagi berkembangnya sebuah industri di daerah sangat membutuhkan bentuk konkret dalam berusaha.
“Kalau cuma buat pameran, siapa yang nggak bisa ? Tapi bukan itu kan yang diinginkan oleh para pengusaha UKM ? Mereka butuh modal untuk mengembangkan usahanya,” tandas Wawan, Jum'at (07/11).
Disinggung tentang gelar potensi tersebut sebagai ajang memasarkan produk ? Lelaki berkumis ini mengatakan, bahwa keinginan tersebut hanya bersifat klise dan sesaat. Sebab, setelah usainya pameran, para pengusaha tetap merasakan kesulitan dalam memasarkan produknya.
“Kalau acaranya selesai, ya sudah. Lagi pula saya yakin, yang datang ke pameran bukan orang yang ingin bertransaksi dengan hasil industri yang dipamerkan, mereka yang datang maunya cuma lihat, selesai,” ulasnya. tar
0 Response to 'Dewan PAN Kritik Gelar Potensi'
Posting Komentar
Langganan:
Posting Komentar (Atom)