JOMBANG- Puluhan warga Desa Bandung, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jum'at (07/11) kemarin berunjukrasa. Warga menuntut hak mereka atas Bantuan Langsung Tunai (BLT) tahap III yang belum diberikan oleh pemerintah desa setempat.
Dengan membawa poster bernada hujatan atas pengalihan hak mereka kepada keluarga dekat perangkat desa. Para warga yang mendatangi balai desa tersebut terus mendesak agar perangkat pemerintahan desa memberikan BLT senilai Rp 700 ribu/KK.
"Kami minta agar BLT itu diberikan. Karena kami dulu dapat tapi sekarang kok dapat," seru seorang pengunjukrasa dengan menenteng poster bertuliskan 'Orang Kaya Dapat BLT Karna Keluarga Pamong'.
Masalah ini dipicu karena pada saat pendataan ulang, pihak kelurahan tidak transparan mengenai pemberlakuan pengalihan dana BLT tersebut. Kendati pembagian BLT sudah sepekan lalu, namun warga merasa keberatan. Pendemo yang menyatakan pada BLT tahap II, nama-nama mereka masih tercantum dalam pembagian BLT tersebut.
"Tapi sekarang kok nggak ada ? Malah yang dapat keluarganya pamong, jangan gitu dong" kata Umi Natifah (35).
Saat dikonfirmasi hal ini, Sekdes setempat, Baidowi menjelaskan, bahwa sebelumnya sudah dilakukan pendataan di masing-masing dusun melalui RT setempat dan disurvey langsung oleh pihak kepolisian. Dikatakan oleh Baidhowi, pendataan BLT tahap I, pihaknya telah mengajukan 860 KK, namun dari hasil verifikasi pihak Kecamatan, ternyata Desa Bandung hanya mendapatkan 465 KK.
"Itupun data yang digunakan untuk pencairan BLT tahap II. Tudingan warga itu tidak beralasan. Sebagai pamong desa, kita tidak berani melakukan hal-hal semacam itu. Ini semua sudah sesuai prosedur yang ditetapkan pemerintah daerah," elak Baidowi.
Sementara itu, unjukrasa puluhan warga tersebut, terdiri dari 8 dusun. Diantaranya, Sumber Sooko, Gebang Malang, Tanggungan, Bandung Sari, Sugih Waras dan Randu Lawang. Ironinya, setiap dilakukan pembagian BLT, warga dipungut biaya yang jumlahnya bervariatif, mulai dari Rp. 20,- ribu/ KK hingga Rp. 30,-/ KK.
"Itu RT yang minta, ya kita turuti saja," ungkap Umi. tar