KUD Mulyosari Diduga Simpangkan Pupuk Bersubsidi

Posted On 02.34 by AkoeTarno |


Petani Bentuk Tim Investigasi

JOMBANG – Menyusul polemik kurangnya pasokan pupuk bersubsidi di 5 desa di Kecamatan Bandar Kedungmulyo Jombang, memaksa 20 kelompok tani di 5 desa tersebut membentuk Tim Investigasi Audit (TIA). Itu dilakukan setelah para petani di Desa Pucangsimo, Brangkal, Desa Brodot, Gondang Manis dan Desa Kayen selama dua tahun terakhir ini merasa kesulitan mendapat pupuk bersubsidi.

Tim investigasi audit tersebut akan berupaya menguak transparansi Koperasi Unit Desa (KUD) Mulyosari, Kecamatan Bandar Kedungmulyo yang diduga menyimpangkan jatah pupuk kepada petani. Sebagai penyalur tunggal pupuk bersubsidi, KUD Mulyosari terindikasi tidak memberikan pasokan pupuk sesuai kebutuhan.

“Akibatnya, jatah yang diterima para petani di 5 desa selalu berkurang. Bahkan terkadang ada yang tidak mendapat pupuk. Apakah ini terus dibiarkan ?” geram Djatmiko, tokoh masyarakat Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Selasa (25/11).

Djatmiko menengarai, KUD Mulyosari telah dengan sengaja mengurangi pasokan pupuk bersubsidi dari jumlah semestinya. Buktinya, kata Djatmiko, banyak petani yang saat itu membutuhkan pupuk, hampir sebagian besar mengaku tidak mendapatkan pupuk bersubsidi.

“Ini namanya penyimpangan dan penyelewengan. Makanya, kita akan bentuk tim investigasi untuk mengaudit sejauhmana KUD yang ditunjuk mendistribusikan pupuknya ke petani,” ujarnya dengan nada tinggi.

Lebih jauh ia mengatakan, pihaknya telah melakukan klarifikasi kepada Mitra Tani, selaku distributor tunggal pupuk bersubsidi untuk wilayah Kecamatan Bandar Kedungmulyo. Hasilnya, Mitra Tani telah melakukan distribusi pupuk kepada kios maupun KUD sesuai dengan kebutuhan petani.

“Padahal distributornya telah mengirim sesuai jatah yang diminta pengecer dan KUD. Kenyataannya, pupuk yang diminta KUD kepada distributor atas kebutuhan petani tidak tersalur. Saya yakin, KUD Mulyosari melakukan penyimpangan !” tandas Djatmiko yang juga warga Desa Bandar Kedungmulyo terbuka.

Untuk itu, pihaknya sangat berharap perlu adanya agen penyalur pupuk bersubsidi selain KUD Mulyosari. Dengan adanya penambahan kios atau penyalur resmi pupuk bersubsidi akan dapat mengurangi penyimpangan terhadap pasokan kebutuhan pupuk bersubsidi kepada petani.

“Saya rasa perlu untuk ditambah satu lagi penyalur pupuk bersubsidi. Dan itu semua untuk kepentingan petani. Tapi yang pasti, kita telah sepakat melakukan investigasi audit terhadap kecurangan KUD Mulyosari,” sarannya.

Sementara itu, Rudi Cahyono, salah seorang petani di Desa Pucangsimo mengaku, dirinya bersedia untuk menjembatani kebutuhan petani terhadap pupuk bersubsidi. “Saya punya toko, dan saya pikir cukuplah untuk memasok kebutuhan petani. Lagi pula saya juga sudah ajukan ijin pendirian kios penyalur resmi pupuk bersubsidi,” ujar pemilik UD Barokah.

Dihubungi terpisah, Manajer Mitra Tani, Munif Jufri mengatakan, selama ini pihaknya telah mengirimkan pupuk untuk wilayah Kecamatan Bandar Kedungmulyo sesuai kebutuhan. “Kalau pupuk yang kita kirim tidak sampai ke petani, itu berarti KUD dan kelompok tani yang harus dipersalahkan,” tandasnya. tar
edit post
0 Response to 'KUD Mulyosari Diduga Simpangkan Pupuk Bersubsidi'