JOMBANG - Pemilik jasa angkutan kini mulai resah. Pasalnya, sejak beberapa hari ini tak banyak penumpang yang menggunakan jasa angkutan umum. Bukan hanya itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jombang pun mulai kelimpungan dengan sepinya laju penumpang di terminal Kepuhsari Jombang.
Akibatnya, terminal yang menjadi salah satu aset pemasukan yang dimiliki dinas penghasil tersebut dipastikan tak memenuhi target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2008.
Kabid Terminal Dishubkab Jombang, Achmad Kemal Pasa mengakui, target PAD 2008 yang dipatok Rp 550 juta per tahun itu sulit terpenuhi. Kemal beralasan, hal tersebut dikarenakan beralihnya penumpang yang selama ini menggunakan sarana angkutan bus ke kendaraan pribadi.
“Akibatnya kita mengalami penurunan penumpang. Orang-orang yang dulunya naik bus, kini ramai menggunakan fasilitas kendaraan pribadi, baik itu sepeda motor maupun roda empat. Yang menjadi faktor, karena daya beli masyarakat menurun, termasuk adanya kenaikan BBM,” kata Kemal, Kamis (27/11) kemarin.
Dijelaskan oleh Kemal, penurunan pendapatan terminal yang diakibatkan oleh sepinya penumpang yang menggunakan bus mencapai hitungan 10 persen. Dengan kondisi tersebut, sangat mempengaruhi penghasilan terminal untuk meningkatkan pemasukan PAD.
“Bayangkan saja, dalam sehari kita hanya dapat pemasukan tidak lebih dari Rp 800 ribu per hari. Padahal biasanya bisa mencapai satu juta dalam seharinya ?” keluhnya. “Lihat saja, bus-bus itu sepi penumpang kan ?” sambungnya sembari menunjuk lalu-lalang bus yang keluar masuk terminal.
Diakui oleh Kemal, sampai dengan medio Nopember ini, pihaknya baru bisa mengumpulkan pemasukan dari penghasilan terminal sekitar Rp 300 juta. Ia berkeyakinan, jumlah tersebut tidak akan berubah sampai dengan tutup akhir tahun anggaran 2008.
“Padahal waktu kita tinggal sebulan saja. Kalau dibilang bingung, ya pasti, tapi harus gimana lagi, wong realitasnya seperti itu,” katanya.
Ditemui di ruangannya, lelaki tinggi besar ini mengatakan, sebenarnya di terminal Surabaya sudah ditentukan dengan time table sebagai acuan terminal, termasuk di Jombang. Dalam ranking tersebut, minimal di daerah, dalam sehari sedikitnya 1.500 bus bisa masuk di terminal untuk menaikkan dan menurunkan penumpang.
“Time tablenya itu ada. Tapi ya gitu, karena kondisi yang tidak dapat terpenuhi,” ungkapnya.
Kemal hanya bisa berharap dari upaya melakukan kegiatan dengan meningkatkan kualitas pelayanan bagi para penumpang dan pengunjung di terminal Kepuhsari. Sebab, dirinya tidak dapat berbuat banyak dengan situasi yang jauh dari perkiraan semula.
“Pelayanan yang harus kita tingkatkan, termasuk juga kebersihan. Paling tidak, jika penumpang masuk dan keluar terminal Jombang merasa aman dan nyaman,” ujarnya.
Sementara itu, Jupri (40), sopir bus AKDP yang mengaku warga Tulungagung juga menyatakan hal serupa. Menurutnya, sudah hampir 3 bulan ini, bus yang dikemudikannya selalu sepi penumpang.
"Masak, dua kali rit saya cuma dapat penumpang paling banyak 40 orang. Itu masih mending Mas," akunya polos.
Di tempat yang sama, Kardi (50), sopir lyn jurusan utara Jombang mengatakan, semenjak dirinya mengemudikan lyn, tak banyak penumpang yang menggunakan jasa angkutannya. "Dapat 3 - 4 penumpang dari terminal aja sudah bagus. Saya sendiri nggak tahu kenapa sepi," ujarnya. tar
0 Response to 'Penumpang Sepi, Target PAD Menurun'
Posting Komentar
Langganan:
Posting Komentar (Atom)