H. Suud : 'Puspa Indah Sengaja Buat Konflik'
JOMBANG – Menyusul konflik rebutan trayek dan penumpang, DPC Organda Jombang menilai, PO Puspa Indah sengaja mengingkari kesepakatan. Terlebih lagi, perselisihan yang akhirnya berbuntut aksi mogok dan saling jotos antar sopir merupakan ulah rekayasa pihak PO Puspa Indah.
Pernyataan pedas yang disampaikan oleh Ketua DPC Organda Jombang, H. Suud itu dilakukan akibat tudingan yang dilayangkan oleh pihak PO Puspa Indah. PO Puspa Indah menyebut, bahwa kesepakatan yang telah ditandatangani kedua kelompok angkutan tersebut adalah sepihak.
“Mana mungkin. Waktu pertemuan yang dihadiri semua jajaran instansi terkait dan pihak Puspa Indah sendiri kan sudah sepakat dan tandatangan di atas materai 6000, kok bisa sepihak,” tantang H. Suud, kemarin.
Pelaku transportasi dan pengusaha angkutan Jombang ini mengungkapkan, peristiwa bentrok antar sopir di Terminal Ngoro beberapa waktu lalu telah diatur oleh pihak Puspa Indah. Dengan begitu, pihak Puspa Indah akan dapat melakukan upaya revisi dari perjanjian yang telah ditandatangani oleh kedua belah pihak.
“Bentrok itu adalah kesengajaan dari Puspa Indah dengan harapan dapat merevisi perjanjian. Ini kan namanya pengingkaran dan mengambinghitamkan pihak tertentu, terutama lyn JPK,” tuding H. Suud via ponsel.
Menurutnya, hal tersebut cukup dimaklumi karena Puspa Indah ingin mengambil semua trayek dan penumpang di jalur yang sudah ditentukan. Suud juga mengatakan, pihaknya bersedia jika memang Puspa Indah ingin melakukan pertemuan ulang untuk mengkaji materi dari perjanjian.
“Yang bikin jadwal pertemuan Puspa Indah, paling tidak seminggu kedepan. Kita sangat terbuka untuk bertemu lagi. Maunya Puspa Indah kan begitu, tapi kita tidak boleh membawa orang. Lho, kalau saya siap saja meski tanpa membawa kekuatan. Wong sebenarnya Puspa Indah itu juga anggota saya, anggota organda,” cetus Suud dengan nada tinggi.
Terpisah, Sekretaris Organda Jombang, Arief menyesalkan, sikap Puspa Indah yang mengingkari pernyataan dalam kesepakatan. Menurutnya, yang dilakukan dalam hearing dengan DPRD Kabupaten Jombang dan seluruh jajaran terkait sudah sesuai aturan dan prosedural.
“Nggak ada kecenderungan membela lyn JPK. Pihak menajemen Puspa Indah kan juga hadir, ada Pak Harinoto waktu itu. Kalau waktu itu sopir bus puspa Indah juga diundang, saya yakin akan ada benturan di DPRD,” jelas Arief dengan gaya khasnya.
Sementara itu, Advisor PO Puspa Indah, Harinoto mengatakan, materi perjanjian dalam kesepakatan yang ditandatangani itu berlaku sepihak. Menurutnya, dengan keberadaan kesepakatan tersebut, PO Puspa Indah merupakan pihak yang tidak diuntungkan.
“Perjanjian itu sangat jelas cenderung ke lyn JPK. Jadi jangan hanya diberlakukan bagi kami (Puspa Indah, red) saja ? Kalau yang namanya aturan itu, ya berlaku untuk semuanya tanpa terkecuali,” geram Harinoto saat ditemui di Terminal Ngoro.
Namun buru-buru ia mengingatkan, sebenarnya PO Puspa Indah sangat mematuhi kesepakatan dalam perjanjian tersebut. Sebab, pihaknya ingin dalam perjalanan trayek dan angkutan penumpang nanti tetap berjalan seimbang dan tidak ada yang dirugikan.
“Prinsipnya kita sepakat. Yang penting ada rambu dan halte. Tapi untuk saat ini, saya perintahkan kepada para sopir Puspa Indah untuk berjalan normal seperti sebelum ada perjanjian,” tandasnya. tar
0 Response to 'Organda Sebut Puspa Indah Ingkari Kesepakatan'
Posting Komentar
Langganan:
Posting Komentar (Atom)